All About Love

"Ibu!" Bisikanlah di telinga-ku : Dear LoverBoy-ku "tak apa2 jika kamu merasa takut, berarti di sana masih ada kesempatan!" & itu pasti jangan takut...

About Me

Foto Saya
Maddie Depal Suyadi
Indonesia Blogger - Blogger Indonesia - piSS-bloGGer bukan yang paling pintar, hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan kepada Anda.. so Enjoy..!! Salam Blogger Mania Di Indonesia.

Saat ini sedang aktif  menulis konten-konten tutorial blogger, photoshop, Sosial Media dan TI. Kadang iseng menulis puisi, cerpen dan artikel2 tentang buku dan juga karya seni digital abstrak dan surealis :)
Lihat profil lengkapku

Menu Hati

Fo'Love'ers

Komen Lover

24 Desember, 2010

Salam Blogger Indonesia

Aktifitas blogging, begitu menyenangkan bagi yang menikmatinya. Mulai dari mengisi sebuah artikel dalam postingan blog, blog walking, teknik pengembangan SEO (Search Engine Optimization), meningkatkan jumlah pengunjung dan tentu saja banyak lagi. Namun, menurut saya blog atau kegiatan blogging merupakan sebuah pengembangan jati diri dan kemampuan untuk menulis, sangat di pertaruhkan di sebuah blog. Di mana kreatifitas menjadi ujung tombak dan semangat sebagai motor penggeraknya.

Saya teringat, waktu pertama memulai aktifitas ini. Apa yang harus saya tuliskan?, apa yang harus saya bagi dalam sebuah blog?. Bos saya menasehati katanya : “jangan jadi yang paling pinter, tapi jadilah yang paling kreatif!.” Apa maksudnya?, pada waktu itu saya bingung. Kemudian lambat laun saya mulai menemukan jawabannya. Yap, menjadi pintar memang sangat sulit, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Proses kreatif dalam penulisan sebuah artikel dalam postingan blog, menurut saya adalah mengembangkan apa yang kita tahu saja, dan juga apa yang kita kuasai akan itu. Walaupun tidak menutup kemungkinan hal-hal yang tidak kita ketahui atau kuasai, akan mengajari kita dalam prosesnya.

Contohnya, adalah pada saat memulai membuat blog, saya ingin membuat sebuah blog yang berisikan tentang Tehnologi. Karena menurut saya pada waktu itu dengan begitu, blog saya akan mendapat sambutan yang baik. Dengan kata lain saya terbawa dalam arus “ikut-ikutan tren”. Mirip-mirip bola, di giring kesini ayo.. di giring kesana ayo.

Baca Selangkapnya ... 
13 Oktober, 2010

Si Lebay

Perkenalkan namaku Lebay, tubuhku terbuat dari debu kerikil arcopodo yang di dalamnya mengalir darah semangat sangga buana, ototku terbentuk dari baja keberanian gajahmungkur dan hatiku tercipta dari bongkahan jiwa abadi surya kencana.

Telah kususuri jalan tapak penuh liku, duri dan nanah untuk kesekian kalinya. Jalan yang sarat akan peperangan nestapa pilu, dimana raja kepalsuan menjadi pemenangnya.

Pagi ini ku temui pengemis. Ku kepalkan ditangannya segenggam emas dua puluh empat karat. Ku modali para perampok itu senjata api untuk menembak kemaluannya sendiri. Ku nikahi seribu bidadari papa penuh penyakit dunia. Ketika mereka merengak dalam dekapan tali di leher, terkait di dahan pohon adenium raksasa. Untuk menyelesaikan penderitaan

Baca Selengkapnya...
09 Oktober, 2010

Surat-surat Cinta Kahlil Gibran dan May Zaidah 2

Surat dari Kahlil Gibran kepada May Zaidah, yang menceritakan tentang perasan Gibran yang terdalam tentang sahabat, yang tidak pernah mengerti buah dari rahasia dan pemikirannya, dan mengatakan bahwa : “Ini hanyalah nyanyian yang merdu” perihal isi hati Gibran.

Tentang ke-putus asa-an yang hanya bersifat sementara. Yang kemudian ke-putus asa-an akan itu akan berubah menjadi sebuah harapan.


Surat Dari Kahlil Gibran kepada May Zaidah

1 November 1920

Baca Selengkapnya...
08 Oktober, 2010

Cerpenku : SamSara dan Bulan

Sam, masih saja termenung, duduk di atas atap rumahnya memendangi bulan. Sara, gadis titisan medusa dan dewi sri, dengan kekuatan medusa dan kebijakan dewi sri menyatu dalam dirinya. Cantik dengan tatapan sendu yang bisa membuat lelaki terpatung seperti batu, jika menatapnya. Huuuuushh!!, Sam menghembuskan nafas bersama bayangan Sara yang sedikitpun tidak pernah hilang dari ingatannya.

Sara, kenapa kamu harus pergi. Ke kota yang tidak pernah aku bayangkan dan mengerti. Demikian aku selalu mengatakan padanya. Hanya untuk menjadi seorang penulis?, tidak inginkah kamu menghabiskan waktu bersamaku lagi dan memandang bulan, kemudian saling berbagi tentang penatnya hidup?.

Tak kuasa rasanya melepas gadis ini. Dia sahabat sekaligus perasaan hati yang terwujud, walaupun secara terang aku tidak pernah mengatakannya. Besok ia berangkat, aku amat bimbang. Apa aku harus mengantarnya dan mengucapkan “selamat berpisah”, dengan bola mata terpendar air mata?. Atau aku hanya diam di sini dan menitipkan, salam perpisahan ini kepada angin. Namun kemudian akan menimbulkan tanda tanya dan kebencian pada diri Sara, yang mengira aku tidak peduli akan kepergiannya. Ah, mungkin sebaiknya aku tidak melakukan ke-dua-nya. Biarlah ia pergi bersama kebencian itu, agar supaya Sara cepat melupakan aku. Meskipun Sara tidak pernah akan bisa melupakan Samdari seperti yang ia katakan sebelum-sebelumnya.

Baca Selengkapnya... 
06 Oktober, 2010

Surat-surat Cinta Kahlil Gibran dan May Zaidah 1

Dr. Jamil Jabre menulis : “Sulit dibayangkan seorang pria dan seorang wanita jatuh cinta tanpa saling mengenal atau bertemu, kecuali hanya lewat korespondensi (surat-menyurat). Akan tetapi para seniman memang punya cara hidup sendiri yang aneh, dan hanya dapat di pahami oleh mereka sendiri.

Beliau menambahkan : “Hubungan sastra dan hubungan cinta antara Kahlil Gibran dan May Zaidah bukanlah sebuah dongeng atau praduga, tetapi sebaliknya adalah sebuah fakta yang dapat di buktikan kepada umum lewat surat-surat yang di terbitkan oleh May Zaidah setelah Gibran Wafat.”

Ketika Buku sayap-sayap cinta (The Broken Wings), pertama kali terbit dalam bahasa arab, Gibran mengirimkan satu jilid kepada May Zaidah, seorang pengarang Wanita terkenal dari Lebanon. Gibran meminta kepada May Zaidah untuk mengulasnya. Untuk itu May menulis surat sebagai berikut :

Baca selengkapnya...
25 Mei, 2010

Si Pahit Umur

Menandai, kalam malam dalam kerut wajah
Menoreh, layu daun pada tatap mata binar
Menyibak, tabir hati dalam kalbu

Musnah... Musnah.. Musnah,
Di bawa kabur iblis penjaga pikiran

Hati.. hati.. Hati..
Bisiknya lirih, senyap Nur cahaya.

Walau begitu, ku siapkan tongkat untuk
menapaki jalan sempit agak curam licin.

Seorang Bapak bermandikan cahaya
mengingatkan dengan senyum anggunnya

Hati.. hati nak tergelincir
seraya membelai wajah jiwa-ku

Sesungguhnya "aku", tidak mempermasalahkan akan jalan-mu
tapi akan tongkat-mu kau harus memiliki tongkat yang kuat.

Dan.. jangan lupa teruslah berjalan..

aku..menunggu-mu di ujung tapak penderitaan

20 Mei, 2010

Anugerah Ibu Anugerah

Sejak kecil, baru lahir ketika kita merasakan hangatnya susu dari dada ibu. Beruntungkah kita atau hanya angan?. Di dekat dan dinyanyikan sebuah lagu kasih, di belai dan mungkin dibacakan sedikit dongeng tentang Pinokio atau putri dari kayangan.

Hmmm, semenjak kita dewasa dan mulai biasa berfikir sendiri hadirlah sebuah anamoli "surga ada di telapak kaki ibu" benarkah atau hanya sebuah filosofi yang di tamankan dalam benak agar kita tidak lupa akan "bahasa ibu", "bahasa kasih".

Kembali ke kelahiran, sebuah pertarungan yang di lakukan oleh ibu saat itu semua sakit fisik yang di sebut neraka hadir di tengah selangkangan ibu. Ia meronta, sesat kemudian mengatur nafas dari mulut. Sang ayah hadir di sampingnya mengenggam tangan ibu dan memberikan sebuah semangat, walupun ia sebenarnya takut tapi itulah tugasnya.

Beruntungkah aku? atau hanya sebuah episode lain yang di putar di dalam alam bawah sadarku. keberanian mulai manjalar di hatiku, kugenggam erat dan ku lemparkan mentah-mentah, sementara lagu itu selalu menggema mengingatkan jalan sang ibu yang di tempuh "dengan darah dengan nanah".

Baca Selengkapnya...

Sekuntum Senyum

Berikanlah sekuntum senyum
untuk hati yang sepi

Berikanlah sekuntum senyum
untuk jiwa yang renta

gemarlap cahaya hanya ilusi
yang ku butuh hanya
sekuntum senyum

Ada duri merindu di dalam kalbu
menyeruat meronta dan menusuk-nusuk

Dalam genggamam sekuntum senyum
di lemparnya kepadaku

hanya kita yang tahu
hanya kita yang mengerti
sebagian menilai
sebagian meraba rasa

sampailah aku kepadanya

"sekuntum senyum"
18 Mei, 2010

kepulan kabut

Pagi ini sebersit kabut, kalam namun mengharukan tapi juga menggembirakan meraba kesendirian. Wanginya separti telah ku kenal puluhan tahun yang lalu. Kadang merobek hati namun kemudian ia menampakkan wujudnya kembali seperti itu seterusnya.

Ada hal yang kita pahami sebagian sangat mudah, sebagian lagi gelap bisa terang bisa juga kabur.

Seperti sebuah permainan yang di kutuk melalui pikiran ketika hati memaknainya ia hilang tak tentu rimbanya separti tersesat dan tanpa ampun membalikkan kesadaran.

Sebersit kabut itu masih saja terbentuk dengan citranya yang anggun, meliuk-liuk dengan lincah seolah ia adalah penari ulung yang tak tertandingi kelihaian gerakannya. Ingin rasanya ku menyibak kepulan sang kabut dengan sepi jiwa dan menyedotnya dalam botol-botol anggur kosong itu.

Sampai-sampai ia kemudian melantunkan sebuah puisi yang ku kenal :

"kabut ku kabut mu,
sesungguhnya bentukku indah.


Mengapa kau ingin mengurungku
Lepaskanlah aku selayaknya burung-burung
yang terbang di angkasa dan membumi hanya untuk mampir
dan sekedar mencari minum atau makan.


sebenarnya kurungan itu adalah kutukan buatku,
kanapa aku di musuhi padahal aku hanya menyanyikan lagu kenestapaan hati.


Seandainya aku ini lagu maka kamu adalahan seruling ku
Seandainya aku ini Cinta maka aku pasanganmu.


genggamlah aku sesaat, namun kemudian aku akan pergi
menyisakan sebauah jawaban untuk hati.


Peluklah aku, sesaat kemudian aku akan terbang kembali
mengarungi alam, jiwa dan pikiran.



ketika ia telah membacakan puisinya, ia kambali menghilang, datang, menghilang, datang lagidan menghilang lagi dan terahkir ia akan tertawa menyebut dirinya dengan bangga "aku Kepulan Kabut....!!!
13 Mei, 2010

Berkaca pada cermin

Pagi cermin, siapakah yang paling cantik? tentu saja tuan Putri.
Di mulailah episode keluh kesah sang putri perihal pangeran2 yang di kencaninya

Seratus tahun sudah... Sang putri selalu menanyakan hal yang sama pada cermin dan berkeluh kesah. Sampai2 kulitnya kisut..! semuanya gagal tak ada pangeran yang mau meminangku sekarang..

itulah masalahnya tuan putri, sang cermin menjawab!.. setiap kali aku mengingatkan tuan putri tak mau mendengar malahan berkeluh kesah teruss.. cape dech..!!

Maksudmu cermin... kemudian cermin menjawab lantang.. Kau tuan putri terlalu banyak mengeluh sehingga para pangeran itu selalu berubah pikiran untuk meminang tuan putri...

Kenapa begitu..?? sang putri marah...

Ku beri satu rahasia.. kaum laki2 itu mahluk yang paling lemah. Secara mental, jadi tuan putri hanya menambahkan kelemahan mereka saat mengeluh, jelas saja meraka takut dan berubah pikiran lalu cabut dari tuan putri.

hmmmm aku mengerti sekarang.. (jawab sang putri yakin).

Tapi maaf, tuan putri sudah terlambat..(kata cermin)

Lho kenapa?? (sang putri penasaran)

Lihat aku tuan putri!!

Seperti yang nampak di cermin sang putri sudah amat tua dan renta! hanya menunggu di pendam dalam tanah saja....

-----

Mendengar kata2 itu, "ego" sang putri terusik dia marah dia kecewa. kata2 cermin membuat hatinya terkoyak melesat menusuk nadi.

Tibalah, waktunya sang putri memproklamirkan kemerdekaan "ego"nya ia harus berdemo terhadap cermin untuk menyampaikan "kebenaran" versinya

Tidak, cermin kau sungguh salah menilaiku. Aku adalah pekerja keras dan sangat terpelajar dan laki-laki adalah tempat ku mengeluh untuk melepaskan beben pekerjaan yang menjemukan.

Sang cermin pun menjawab, ya ya ya itulah masalahnya tuan putri!, tuan putri tak pernah tulus.. selalu mencari pembenaran.

Pekerjaan tuan putri di pakai hanya untuk bermain-main. Pendidikan tuan putri juga di pakai hanya sebagai atribut yang tidak berguna. Dan yang paling parah tuan purti menganggap diri lemah dari kacamata gender. Sesungguhnya tuan putri wanita tidak selemah itu.

Tuan putri menangis.. suaranya bergetar.. apa yang harus ku lakukan..

Tenang tuan putri selalu ada "kabar baik", kembangkanlah diri mu. Keceriaan, semangat serta jiwa mudamu. Sebab didalam dirimu sungguh amat tua dan renta! seperti yang sudah aku jelaskan di atas dan itu harus di kubur! sebagai peringatan jika kami kembali! seperti dulu!! "ingat itu".

Sang purti menghapus air matanya dam memeluk cermin yang tak lain adalah perwujudan dari "hati Nuraninya".

Permainan baru telah dimulai, sementara Dalam hati sang putri berkata Terima Kasih "Cermin Nurani-Ku"....
09 Mei, 2010

Firman Daun

Lihat aku.. hijau.. segar dan berkilau di terpa cahaya matahari.

Tapi taukah kamu, aku hanya sementara tidak kekal, sebentar lagi warnaku akan pudar kecoklatan di makan sang waktu.

Namun sebelum itu terjadi aku akan berfirman. "Aku Daun"

Taukah kamu bahwa tuanya aku adalah sebuah proses alamiah!, aku hidup kemudian mati kemudian hidup lagi.

Dan Nanti tiba saatnya aku mati dan berguguran sesungguhnya hal itu terjadi karena izin Allah yang maha agung. Saat tubuhku tua dan mengering aku akan menggugurkan diriku ke hariban bumi.

haaaah hanya orang-orang yang memahami ku akan mengerti.

Bahwa aku sesungguhnya tidak mati, bumi dan tanah akan memakanku kemudian aku jadi makanan pohon yang telah menumbuhkan aku.

Dengan izin-Nya aku mati dan dengan izinnya pula aku mengabdikan kematianku menjadi makanan sumberku.
22 Maret, 2010

Antara 2 Genggam Garam, Segelas Air dan Danau

Kisah ini saya dengar dari sebuah Radio swasta di Jakarta tapi saya lupa nama radionya. kira-kira seperti ini kisahnya :

Suatu hari Baharuddin berkunjung ke sebuah desa di mana di masa yang lalu ia pernah tinggal dan belajar dengan seorang guru yang amat bijak. Kaget Bahar nampaknya di teras padepokan di mana dulu ia pernah belajar telah di suguhi beraneka ragam makanan dan minuman khas desa tersebut.

Kemudian dari dalam rumah sang guru keluar dengan raut wajah yang begitu mempesona menyambut Baharudin seolah ia tahu akan kehadiran muridnya itu. Padahal bahar sebelumnya tidak pernah memberi kabar bahwa ia akan datang... anehh (pikir ia).. Back to story.

Guru           : selamat datang Bahar (sang guru menyapa)
Baharuddin : (Mencium tangan guru dengan peghormatan), terima kasih guru, tapi dari mana guru tahu bahwa saya...

Guru          : sudah lah mari masuk!! dan ceritakanlah Nampaknaya guru kita ini bukan tipe orang yang suka berbasa-basi yang tak perlu.. to the point.

Baharuddin : Maaf guru, saya harus kembali ke sini dengan berjuta-juta masalah di kepala dan hati saya.

Guru           : sudahlah! kan sudah aku bilang ceritakanlah!!
Baharuddin : Baiklah guru!, terakhir saya belajar di padepokan ini, saya benar-benar menjalankan nasehat guru tentang pentingnya semangat dalam menjalani hidup, tidak gampang menyerah dan mensukuri apa yang kita dapat serta tidak putus asa. dan semua itu berhasil guru! usaha saya lancar, bahkan dalam 7 Tahun terakhir ini saya berhasil mengembangkan bisnis saya dan memiliki perusahan mandiri. Harta saya bertambah rumah mewah, mobil mewah tabungan yang melimpah di Bank. Tapi tapi...

Guru           : tapi Kau tetap  tidak bahagia...

Baharuddin : Benar Guru!!.. Isti saya yang paling saya cintai berselingkuh denagan sahabat karib saya sendiri... anak-anak saya tidak mau menurut dengan nasehat saya lagi dan masuk ke dalam dunia gemerlap bersama obat-obatan.
Ahhhsaya ingin teriak...!! rasanya dan yang lebih parah lagi, perusahan saya hampir bangkrut kerena ulah para pegawai saya, yang diam-diam mengadakan konspirasi untuk menjatuhkan saya dan akan merebut saham-saham atas perusahaan itu. Saya bingung guru apa yang harus saya lakukan.. rasanya ingin mati saja...

Guru        : (Mencoba menyelami isi hati Muridnya itu!) sekarang ikut aku! Bahar pun mengikuti sang guru ke arah dapur!

Guru        : Ambil 2 genggam garam dengan tanganmu (bahar pun mengikuti perintah sang guru) sementara aku akan membawa segelas air (bahar pun bingung apa yang hendak beliau lakukan). Sekarang kita menuju danau mari!! muridku.

Tidak beberapa lama sampailah mereka di Danau.

Guru      : Masukkan segenggam garam yang kau bawa kedalam segelas air yang ku bawa ini (bahar pun, memasukkan garam di salah satu genggaman tangannya ke segelas air, kemudian sang guru mengaduknya).. sekarang minum air yang bercampur garam ini! (perintah guru)

Bahar meminumnya, namun berapa saat kemudian ia terbatuk dan hampir muntah!

Guru           : apa yang kau rasakan??
Baharuddin : rasanya aneh guru, sangat asin dan pahit! perut saya mual. ingin muntah.

Guru       : sekarang masukkan garam di tanganmu yang satu lagi kedalam danau (segeralah bahar menebar garam itu di danau) Lalu sang guru mematahkan ranting pohon dan mengaduk-aduk danau di mana garam di tebarkan oleh bahar.

Guru     : sekarang minum air danau ini

Bahar mengunakan gelas yang tadi di bawa sang guru sebagai wadah dan mengisinya dengan air sungai yang telah ia taburi garam dan meminumnya.

Guru    : nahh! sekarang apa yang kau rasakan??
Baharuddin : segar guru! rasanya sangat membuat lega dan sungguh nikmat.

Guru    : Seperti itulah hidup....!

"Air di dalam gelas" dan "air di dalam danau" adalah cerminan hati kita, sedangkan "garam" adalah masalah atau kesulitan yang kita hadapi.

Jika hati kita sempit seperti "air dalam gelas", maka ia tidak dapat menampung masalah seberat apapun.

Sedangkan "air dalam danau" yang di "taburi garam" adalah hati kita yang lapang. Maka lapangkanlah hati mu untuk menerima segala kesusuhan serta kesulitan dalam hidup sehingga masalah seberat apapun dapat kita selesaikan.
21 Januari, 2010

Seperti Anugerah



Bisakah kita mencintai "dingin" selayaknya kita mencinta "kehangatan". Atau biaskah kita "berbagi" saat diri kita "kekurangan". Ya.. sebuah p[ertanyaan yang harus kita jawab sebelum kita melanjutkan perjalanan.

Sebuah anugerah adalah jika seseorang atau sesuatu tidak berhenti tumbuh. Lihat tanaman di sekitar kita apakah mereka berhenti tumbuh jawabannya jelas tidak, ia berubah setiap detik setiap jam, setiap hari, setiap tahun. Namun ia konsisten untuk selalu tumbuh.

Ada yang lambat ada yang cepat, tergantung dari alam sekitarnya yang memberikan konribusi. Pernah kau merenungkannya. Atau hanya meliriknya.Begitu pula kehidupan pribadi, harus selalu tumbuh jika tidak kita akan selalu kerdil dan di kerdilkan. Dan yang lebih penting pernahkah kita belajar dari tanaman di sekitar kita, jika tidak kita termasuk orang yang "bodoh" dan orang yang bodoh adalah orang yang berhenti untuk tumbuh. Ia menjadi keruh dan penuh penyakit.

Sahabat saat nya sekarang besok lusa atau kapanpun! kita tak pernah untuk berhenti tumbuh. tumbuhkan potensi di dalam diri mu didalam jiwamu karena apa yang akan terjadi hari ini tak kan pernah sama.. tak kan pernah sama.

Tumbuhkan cinta di dalam kehidupan hembuskannlah semudah kau menghembuskan nafasmu. dan kita harus jujur kalau kita baru pada tahap cinta...


dan pertanyaan yang paling mendasar setalah itu, selanjutnya apalagi... selanjutnya apalagi... selalu ada pertanyaan yang harus di jawab karena kalau tidak kita akan berhenti tumbuh...


Seperti Anugerah.