All About Love

"Ibu!" Bisikanlah di telinga-ku : Dear LoverBoy-ku "tak apa2 jika kamu merasa takut, berarti di sana masih ada kesempatan!" & itu pasti jangan takut...

About Me

Foto Saya
Maddie Depal Suyadi
Indonesia Blogger - Blogger Indonesia - piSS-bloGGer bukan yang paling pintar, hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan kepada Anda.. so Enjoy..!! Salam Blogger Mania Di Indonesia.

Saat ini sedang aktif  menulis konten-konten tutorial blogger, photoshop, Sosial Media dan TI. Kadang iseng menulis puisi, cerpen dan artikel2 tentang buku dan juga karya seni digital abstrak dan surealis :)
Lihat profil lengkapku

Menu Hati

Fo'Love'ers

Komen Lover

06 Oktober, 2010

Surat-surat Cinta Kahlil Gibran dan May Zaidah 1

Dr. Jamil Jabre menulis : “Sulit dibayangkan seorang pria dan seorang wanita jatuh cinta tanpa saling mengenal atau bertemu, kecuali hanya lewat korespondensi (surat-menyurat). Akan tetapi para seniman memang punya cara hidup sendiri yang aneh, dan hanya dapat di pahami oleh mereka sendiri.

Beliau menambahkan : “Hubungan sastra dan hubungan cinta antara Kahlil Gibran dan May Zaidah bukanlah sebuah dongeng atau praduga, tetapi sebaliknya adalah sebuah fakta yang dapat di buktikan kepada umum lewat surat-surat yang di terbitkan oleh May Zaidah setelah Gibran Wafat.”

Ketika Buku sayap-sayap cinta (The Broken Wings), pertama kali terbit dalam bahasa arab, Gibran mengirimkan satu jilid kepada May Zaidah, seorang pengarang Wanita terkenal dari Lebanon. Gibran meminta kepada May Zaidah untuk mengulasnya. Untuk itu May menulis surat sebagai berikut :

Baca selengkapnya...

1 komentar:

feel free mengatakan...

kau tahu, ada versi cinta yang sama dengan cinta May-Kahlil saat ini. Kisah cinta itu menimpaku pula sekarang. Bayangkan, di zaman sriap orang memiliki media untuk mendeprivatisasi identitas diri dengan alat bernama facebook dan sejenisnya, kisah cinta kami, tak bedanya dengan kisah cinta May-Khalil, tak pernah bertemu hingga dia meninggalkanku untuk selamanya...Hanya torehan-torehan kata yang pernah kami buat yang tersisa dari hubungan kami. Kini, hanya ini yang aku harap, walaupun tak pernah benar-benar bertemu, tapi semoga dia selalu bisa mendengar jeritan rindu aku. Semoga pula aku benar2 bisa menyentuhnya kelak di kehidupan yang lain.itu saja.

Posting Komentar