All About Love

"Ibu!" Bisikanlah di telinga-ku : Dear LoverBoy-ku "tak apa2 jika kamu merasa takut, berarti di sana masih ada kesempatan!" & itu pasti jangan takut...

About Me

Foto Saya
Maddie Depal Suyadi
Indonesia Blogger - Blogger Indonesia - piSS-bloGGer bukan yang paling pintar, hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan kepada Anda.. so Enjoy..!! Salam Blogger Mania Di Indonesia.

Saat ini sedang aktif  menulis konten-konten tutorial blogger, photoshop, Sosial Media dan TI. Kadang iseng menulis puisi, cerpen dan artikel2 tentang buku dan juga karya seni digital abstrak dan surealis :)
Lihat profil lengkapku

Menu Hati

Fo'Love'ers

Komen Lover

18 Mei, 2010

kepulan kabut

Pagi ini sebersit kabut, kalam namun mengharukan tapi juga menggembirakan meraba kesendirian. Wanginya separti telah ku kenal puluhan tahun yang lalu. Kadang merobek hati namun kemudian ia menampakkan wujudnya kembali seperti itu seterusnya.

Ada hal yang kita pahami sebagian sangat mudah, sebagian lagi gelap bisa terang bisa juga kabur.

Seperti sebuah permainan yang di kutuk melalui pikiran ketika hati memaknainya ia hilang tak tentu rimbanya separti tersesat dan tanpa ampun membalikkan kesadaran.

Sebersit kabut itu masih saja terbentuk dengan citranya yang anggun, meliuk-liuk dengan lincah seolah ia adalah penari ulung yang tak tertandingi kelihaian gerakannya. Ingin rasanya ku menyibak kepulan sang kabut dengan sepi jiwa dan menyedotnya dalam botol-botol anggur kosong itu.

Sampai-sampai ia kemudian melantunkan sebuah puisi yang ku kenal :

"kabut ku kabut mu,
sesungguhnya bentukku indah.


Mengapa kau ingin mengurungku
Lepaskanlah aku selayaknya burung-burung
yang terbang di angkasa dan membumi hanya untuk mampir
dan sekedar mencari minum atau makan.


sebenarnya kurungan itu adalah kutukan buatku,
kanapa aku di musuhi padahal aku hanya menyanyikan lagu kenestapaan hati.


Seandainya aku ini lagu maka kamu adalahan seruling ku
Seandainya aku ini Cinta maka aku pasanganmu.


genggamlah aku sesaat, namun kemudian aku akan pergi
menyisakan sebauah jawaban untuk hati.


Peluklah aku, sesaat kemudian aku akan terbang kembali
mengarungi alam, jiwa dan pikiran.



ketika ia telah membacakan puisinya, ia kambali menghilang, datang, menghilang, datang lagidan menghilang lagi dan terahkir ia akan tertawa menyebut dirinya dengan bangga "aku Kepulan Kabut....!!!

0 komentar:

Posting Komentar